Riefismi's Blog
Just another WordPress.com weblog

HIJRAH ,…….. Hijrah itu indah namun tidak mudah


Hijrah itu indah namun tidak mudah


Mengawali tahun baru Hijriah 1431, Berhijrahlah….

Hijrah itu indah namun tidak mudah
Indah karena disanalah kita akan menjumpai orang-orang shalih, yang membuat hidup kita lebih berwarna terang.
Indah karena bumi ini akan diberikan kepada mereka yang beriman dan hijrah untuk memakmurkannya
Indah karena janji surga Allah diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar beriman, dan orang yang berhijrah termasuk golongan mereka .

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan, mereka itulah orang-orang benar-benar beriman” (QS. Al-Anfal : 74)

Hijrah itu tidak mudah, dan tidak ringan. Tidak sesederhana membalikan telapak tangan.
Tetapi ini sangat wajar, jika melihat keutamaan dan pahala yang sedemikian besar dan hebat, maka pasti ada nilai bayar yang besar pula.



Berikut ini hal-hal yang membuat orang lebih memilih berlama-lama dalam kemaksiatan dan enggan berhijrah menuju cahaya Allah.

1. Tidak mudah untuk Ikhlas

Hijrah dari kemaksiatan atau dosa adalah merupakan amal yang sangat besar dan mulia.
Dan yang terusik pertama kali adalah para syetan. Dan tentu saja iblis menjadi berang karena salah satu korbannya yang selama ini bisa dipermainkan, kini menjadi musuhnya. Bahkan Iblis sendiri pernah menyatakan :

“Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semua. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”
(QS. Al-Hijr : 39-40)

Hadist tentang hijrah yang dimuat sebagai hadist pembuka dalam kitab shahih Bukhari adalah berbicara tentang keikhlasan dalam berhijrah.

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya. Sesungguhnya setiap orang tergantung pula dengan niatnya. Maka barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya, maka hijrah itu (dinilai) karena Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia, dia akan mendapatkannya atau karena wanita yang ingin dinikahinya. Maka hijrahnya tergantung karena apa dia hijrah”
(HR. Bukhari)

Diriwayatkan tentang muhajir Ummu Qois, kisah seseorang yang mau hijrah tetapi karena ingin menikahi gadis pujaannya yang hijrah ke Madinah. Inilah yang disinggung oleh hadist diatas tentang hijrah dengan niat untuk mendapatkan seorang gadis.
Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani menjelaskan, “Nash hadist hijrah mensinyalkan bahwa dicelanya hijrah, dikarenakan niat murni untuk mendapatkan wanita”

Seperti kisah Abu Talhah dan Ummu Sulaim, diriwayatkan oleh Nasa’i dari Anas,
Ummu Sulaim masuk Islam dan Abu Talhah belum, Abu Talhah melamarnya, Ummu Sulaim menjawab lamarannya, “Aku telah masuk Islam, jika kamu masuk Islam maka aku mau dinikahi”.
Abu Talhah-pun masuk Islam dan Ummu Sulaim bersedia untuk dinikahi.

Imam Al-Ghozali berpendapat tentang pahala sebagai berikut :
“Jika berniat untuk dunia saja atau niat untuk dunianya lebih besar maka tidak mendapat pahala. Jika berniat untuk akhirat maka akan diberikan pahala sesuai dengan kadar niatnya. Jika antara dunia dan akhirat sama, maka niat akan ragu antara keduanya maka tidak mendapatkan pahala” (Fathul Bari I/17-18)

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila orang-orang perempuan yang mengaku beriman datang berhijrah kepada kamu, maka ujilah (iman) mereka, Allah lebih mengetahui akan iman mereka, dengan yang demikian, sekiranya kamu mengetahui bahwa mereka beriman, maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada orang-orang yang kafir. Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu (sebagai isteri), dan orang-orang kafir itu pula tidak halal bagi mereka (sebagai suami). Dan berilah kepada suami-suami (yang kafir) itu apa yang mereka telah belanjakan Dan tidaklah menjadi salah kamu berkawin dengan mereka (perempuan-perempuan yang berhijrah itu) apabila kamu memberi kepada mereka mas kawinnya”.
“Dan janganlah kamu (wahai orang-orang Islam) tetap berpegang kepada aqad perkawinan kamu dengan perempuan-perempuan yang (kekal dalam keadaan) kafir, dan mintalah balik mas kawin yang kamu telah berikan, dan biarkanlah mereka (suami-suami yang kafir itu) meminta balik apa yang mereka telah belanjakan. Demikianlah hukum Allah Ia hukumkan di antara kamu (dengan adil). Dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijakasana”
QS. Al-Mumtahanah : 10

2. Tidak mudah untuk berkorban

Hijrah adalah pengorbanan, hanya saja bentuk pengorbanan dari masing-masing orang berbeda. Ada yang meninggalkan kemaksiatan berisiko pada hilangnya pekerjaan, meninggalkan kekasihnya bahkan dibenci oleh keluarga.
Kisah Abu Salamah. Abu Salamah termasuk orang pertama yang hijrah ke Madinah. Dia berniat membawa isteri dan anaknya yang masih bayi. Saat hendak berangkat hijrah, rupanya tidak disetujui oleh keluarga besar mereka, Abu Salamah tetap kukuh niatnya untuk hijrah meninggalkan kota syirik menuju kota iman. Keluarga isterinya juga ngotot untuk melarang dan tidak mengijinkan isterinya dibawa, yang terjadi akhirnya perebutan anak yang masih bayi, hingga diriwayatkan tarik menarik bayi itu mengakibatkan putusnya tangan si bayi. Dan Abu Salamah tetap hijrah, berkorban demi Allah meninggalkan keluarganya.

Kisah Suhaib ar-Rumy,
Adalah seorang shahabat pendatang kota Mekkah yang hidup kaya raya sebagai saudagar. Ketika hendak hijrah dia dihalang-halangi oleh para penduduk kafir Mekkah, orang-orang itu menginginkan harta Suhaib. Dan Suhaib pun menunjukkan ruh pengorbanan yang agung, “Apakah kalau aku tinggalkan seluruh kekayaanku kalian biarkan aku hijrah ?”. Dan Suhaib pun pergi tanpa membawa sedikitpun harta yang telah dikumpulkannya, kecuali pakaiannya yang menempel dibadan.
Sesampainya di Madinah, Rasul menyambutnya dengan kabar gembira, “Abu Yahya, beruntunglah perdaganganmu, Abu Yahya beruntunglah perdaganganmu, Abu Yahya beruntunglah perdaganganmu, Abu Yahya.”

Imam Qurthubi, Menyebutkan riwayat yang menunjukkan sebab turunnya ayat ini,
“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rizkinya, Allah-lah yang memberi rizki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”
(QS. Al-Ankabut : 60)

Riwayat tersebut diatas dari Ibnu Abbas berkata, “Bahwasanya Nabi berkata kepada orang-orang beriman di Mekkah ketika mereka diintimidasi oleh orang musyrik, “Keluarlah ke Madinah, berhijrah-lah dan jangan ber-tetangga dengan orang-orang dzalim,” Mereka berkata, “Nanti kami tidak mempunyai rumah, pekarangan, tidak ada yang memberi kami makan dan minum,”
Maka kemudian turun ayat Allah tersebut, (Tafsir al-Qurthubi 13/360)

Kehilangan banyak segala sesuatu yang kita miliki adalah pengorbanan. Dan sesungguhnya kata kehilangan adalah kata-kata kita sebagai manusia. Tetapi sesungguhnya kita tidak kehilangan, karena itu adalah simpanan mahal disisi Allah dan pasti Dia akan menggantinya. Sehingga bahasa yang benar adalah bahasa nabi, “Beruntunglah perdagangan-mu”

3. Tidak mudah karena melelahkan

Hijrah adalah merupakan revolusi diri yang dahsyat, karena untuk merubah keyakinan yang sudah terpendam sejak lama tidaklah mudah, apalagi kalau keyakinan yang salah selama ini nampaknya seperti selalu benar. Maka hijrah adalah proses yang sangat melelahkan hati maupun fisik.
Bahkan nabi sendiri kepalanya dihargai oleh orang-orang Quraisy, bagi siapa saja yang bisa memberitahu keberadaan Muhammad dalam peristiwa hijrah beliau.

Untuk mempertebal iman kita yang kelelahan, Allah berfirman,
“Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula). Sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan” (QS. An-Nisa : 104)

4. Tidak mudah Istiqamah setelah Hijrah

Hijrah kepada aqidah yang murni dan pembersihan diri tidak mudah. Dan lebih tidak mudah lagi istiqamah setelah hijrah.

Kisah hijrah Rasul dan para shahabatnya
Madinah, kota hijrah Nabi bukanlah tempat nyaman bagi shahabat yang datang dari Mekkah. Karena Madinah adalah kota endemis malaria.
Bahkan, beberapa shahabat Nabi diserang penyakit malaria, diantaranya adalah Abu Bakar dan Bilal. Diriwayatkan sampai mereka pingsan beberapa kali karena demam tinggi.

Rintihan shahabat Nabi, saat berada di Madinah setelah hijrah
Bilal (saat terbayang kembali kota Mekkah)
“Alangkah indahnya jika malam ini aku bermalam di lembah dan di sekelilingku pohon idzkhir”
(Idzkhir adalah pohon yang tidak tumbuh di Madinah tetapi dia tumbuh di Mekkah )

Abu Bakar
“Ya Allah, laknatlah Utbah bin Rabiah, Syaibah bin Rabiah dan Umayyah bin Khalaf sebagaimana mereka telah mengeluarkan kami ke negeri endemis malaria ini”

Hingga Rasul perlu berdo’a ketika mendapat pengaduan dari isterinya Aisyah tentang shahabatnya yang terserang sakit yaitu Abu Bakar dan Bilal, “Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa cinta kepada Madinah sebagaimana kami mencintai Mekkah atau bahkan lebih, dan bahkan perbaikilah kota ini (Madinah), berkahilah dalam Sha’ dan Mud-nya” (Sha’ dan Mud adalah ukuran timbangan di zaman itu), dan pindahkanlah demamnya ke Juhfah”
(HR. Muslim)


Pesan

Hijrah itu memang tidak mudah dan sangat berat, selalu ada saja gangguannya, ada saja godaannya, ada saja yang menyebabkan kita teringat kembali kenangan yang nikmat bersama syetan dalam kesyirikan, kenikmatan dunia dan dosa. Bahkan hijrah perlu pengorbanan yang sangat besar, meskipun itu dari anggota keluarga kita sendiri, orang-orang yang kita sayangi, harta benda dan semua yang kita cintai dan sayangi.

Segera tepis semua gangguan dan kenangan tersebut dengan “taawwudz” dan “do’a” serta jangan pernah kembali ke api setelah Allah selamatkan kita, bawalah diri kita, ke Darul Mukmin.
Insya Allah …

No Responses to “HIJRAH ,…….. Hijrah itu indah namun tidak mudah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: