Riefismi's Blog
Just another WordPress.com weblog

Bermusuhan Dengan Seorang Muslim?



Bermusuhan dengan Seorang Muslim

RUBRIK M.A.D. BERBAGI (Seri 3)

Materi Pertanyaan : Bermusuhan Dengan Seorang Muslim
Pengirim : Ukthi Fetty Febriani rahimakillah
Bersama : Mujahidah Jeanny Dive rahimakillah
Posting & Desain by : M.A.D. Team
Tanggal Posting : 22 Desember 2009
.

Pertanyaan :

Apakah didalam Islam ada ajaran yang melarang dua orang teman bermusuhan lebih dari sebulan?

Bismillahir rohmanir rohiim
Assalamu’alaykum warohmatullahi wa barokaatu

Saudara-saudariku tercinta rahimakumullah, dan teruntuk ukthi Fetty rahimakillaah…

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara .” (QS. Al-Hujurat: 10)

Persaudaraan mengharuskan adanya ketulusan, kasih sayang, dan saling bertemu. Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi para putra-putri Islam untuk saling bersaudara, bersikap tulus, dan saling kunjung-mengunjungi dalam suasana hubungan yang baik dan akrab. Rasulullah bersabda, “Seorang mukmin bagi mukmin lainnya adalah tidak ubahnya seperti sebuah bangunan, dimana sebagiannya menguatkan sebagian lainnya.” Ini menuntut adanya kasih sayang dan hubungan yang kuat antara seorang mukmin dengan mukmin lainnya.

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw di dalam sebuah hadits yang panjang bersabda, “Janganlah kamu saling bermusuhan (wala tadabaru).” Kata tadabur ialah saling memutuskan hubungan dan berpalingnya seorang saudara dari saudaranya.

Kedua Imam tersebut juga meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidak halal hukumnya seorang Muslim memusuhi saudaranya lebih dari tiga malam. Mereka bertemu, lalu berpaling yang ini dan berpaling yang itu. Dan yang paling bagus di antara mereka adalah yang mendahului ucapan salam.

Muslim meriwayatkan bahwa Nabi saw telah bersabda,

Amal perbuatan manusia dibentangkan pada satu jumat (satu minggu) sebanyak dua kali, pada hari senin dan hari kamis. Maka ampunilah amal perbuatan setiap hamba mukmin, kecuali hamba yang mempunyai permusuhan antara dirinya dengan saudaranya. Kemudian dikatakan, “tinggalkanlah kedua orang ini sehingga mereka berdamai kembali.”

Muslim juga meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda,

Pintu-pintu surga dibuka setiap senin dan hari kamis. Maka ampunilah setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, kecuali orang yang mempunyai permusuhan dengan saudaranya. Kemudian dikatakan, “Tundalah kedua orang ini sehingga mereka saling berdamai. Tundalah kedua orang ini sehingga mereka saling berdamai. Tundalah kedua orang ini sehingga mereka saling berdamai.”

Salah satu hadits yang berkaitan dengan hal ini adalah sabda Rasulullah saw yang berbunyi, “Tidaklah halal seorang Muslim meninggalkan (memusuhi) saudaranya lebih dari tiga hari. Barangsiapa yang meninggalkan saudaranya lebih dari tiga hari tanpa alasan yang benar, lalu kemudian mati, maka dia masuk neraka.” Ini apabila dia mati dalam keadaan memusuhi saudaranya dan tidak bertobat.

Pada riwayat yang lain disebutkan, “Barangsiapa yang memusuhi saudaranya selama setahun maka dia seperti menumpahkan darah saudaranya itu.” Para ulama mengatakan bahwa hadits-hadits yang seperti kedua hadits terakhir ini adalah semata-mata bermaksud memberikan penegasan dan pelarangan.

Para fukaha mengatakan bahwa seorang mukmin tidak boleh memusuhi seorang mukmin yang lain lebih dari tiga hari. Jika telah berlalu tiga hari, maka dia harus menemuinya dan mengucapkan salam kepadanya. Jika saudaranya itu menjawab salamnya, maka keduanya sama-sama memperoleh pahala, walaupun orang yang mendahului salam itu lebih utama. Namun, jika saudaranya tidak menjawab salam yang disampaikannya maka dia telah menempatkan dirinya ke dalam dosa, dan orang yang menyampaikan salam itu telah keluar dari dosa.

Oleh sebab itu, seorang Muslim tidak boleh bermusuhan dengan saudaranya selama sebulan, lebih dari sebulan, atau kurang dari itu, selama waktunya lebih dari tiga hari. Namun, seorang muslim boleh meninggalkan seorang Muslim, jika hal itu dilakukan karena sebab-sebab agama atau karena suatu perkara yang dibenci oleh Allah dan Rasul-nya. Jika yang menjadi dorongan pemutusan hubungan itu adalah sesuatu yang menyalahi perintah Allah dan Rasul-nya maka pemutusan hubungan itu dibolehkan. Karena, yang demikian itu akan mendatangkan kemaslahat atau akan menolak keburukan. Dan Allah adalah pemimpin orang-orang mukmin yang bersaudara atas kalimat dan ketaatan kepada-Nya.

Wallahua’lam bish-showab.


Billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaykum wr.wb.

dari sahabat fb ku :

~Jeanny Dive~

No Responses to “Bermusuhan Dengan Seorang Muslim?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: