Riefismi's Blog
Just another WordPress.com weblog

Fanatik Agama



FANATIK AGAMA

RUBRIK M.A.D. BERBAGI (Seri 2)

Materi Pertanyaan : Fanatik Agama
Pengirim : Akhi MBS rahimakallah
Bersama : Abi Muhammad Dive rahimakallah
Posting & Desain by : M.A.D. Team
Tanggal Posting : 22 Desember 2009
.

Pertanyaan:

Ada istilah ‘fanatik agama’. Bagaimana pandangan Islam mengenainya? Apakah hal itu sesuatu yang harus bagi seorang muslim? Bagaiamana kaitannya dengan toleransi agama?

Bismillaahirrohmanirohiim…

Ikhwaanii wa Akhwaatii rahimakumullah, khususnya akhi MBS rahimakallah…

Jika yang dimaksud dengan fanatik agama ialah merasa bangga dengan dien dan keyakinan serta semangat di dalam membela kehormatan agama apabila di hina, maka itu adalah sesuatu yang wajib bagi setiap Muslim. Allah swt berfirman di dalam surah al-Munafiqun ayat (8), “Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi rasul-Nya, dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui .”

Begitu juga Allah swt berfirman di dalam surah Ali ‘Imran ayat (139), “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman .”


Dalam hal ini, seorang mukmin tidak boleh meninggalkan salah satu syiar dien-nya hanya karena – misalnya – orang yang tidak seagama dengannya tidak suka dengan itu. Begitu juga, dia tidak boleh melakukan suatu perkara yang diharamkan oleh dien-nya hanya karena agama lain membolehkannya. Allah swt berkata kepada rasul-Nya di dalam kitab-Nya yang mulia,

Katakanlah, “Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Rabb yang aku sembah. Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Rabb yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku.” (QS. At-Taubah: 1-6)

Namun, jika yang dimaksud dengan fanatik agama ialah menjadikan dien sebagai alat untuk berbuat lalim terhadap orang-orang yang berbeda agama, menelantarkan salah satu hak mereka, atau melarang mereka melaksanakan syiar-syiar agama mereka yang wajib mereka lakukan, maka fanatik yang demikian tidak boleh dilakukan oleh seorang muslim. Karena, Islam agama yang adil, terbuka, dan toleran. Allah swt berfirman, “Tidak ada paksaan di dalam agama. Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah.”

Allah swt telah memerintahkan Nabi-Nya untuk bersikap lunak dalam berbicara dengan orang ahlulkitab. Sebagai contoh, Rasulullah saw berkata kepada mereka, yang diceritakan di dalam surah Saba’ ayat (24), “Dan sesungguhnya kami atau kamu pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata .”

Orang-orang ahlulkitab menentang agama yang dibawa Rasulullah saw. Begitu juga Al-Qur’an berkata, “Dan janganlah kamu berdebat dengan ahlulkitab melainkan dengan cara yang palng baik.” (QS. Al-Ankabut: 46)

Allah Azza Wajalla telah menggariskan jalan yang penuh toleransi dan kemudahan dalam mengajak manusia kepada-Nya, tanpa menggunakan paksaan ataupun siksaan. Allah swt berfirman, “Serulah (manusia) kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baim dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 125)

Bahkan Islam melakukan lebih jauh dari itu. Islam membolehkan para pengikutnya untuk memakan makanan mereka. Islam membolehkan para pengikutnya mengunjungi dan bergaul dengan orang-orang Ahlulkitab pada perkara-perkara yang tidak bertentangan dengan dien-nya. Islam juga membolehkan kaum Muslimin memberikan hadiah kepada mereka, dan juga menerima hadiah dari mereka, selama bukan merupakan barang yang haram.

Islam mengajak para pengikutnya untuk bergaul baik dengan orang-orang yang berbeda agama, KECUALI mereka yang memusuhi dan memerangi. Allah swt berfirman di dalam surah al-Mumtahanah ayat (8) dan (9),

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka kawan, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.”

Kaum Muslimin bukanlah para penyeru ta’assub (fanatisme) pemaksaan, ataupun kekerasan. Namun, mereka adalah para penyeru kebaikan dan keselamatan. Tidak ada halangan bagi kaum Muslim untuk bekerja sama dalam bidang kemanusiaan, selama itu tidak sampai menghalalkan apa yang telah diharamkan dan mengharamkan apa yang telah dihalalkan.

Demikian ikhwaanii wa Akhwaatii rahimakumullah, barakallahu fiikum.

dari sahabat fb ku :

Wassalamu’alaykum wr.wb.
Muhammad Dive.

No Responses to “Fanatik Agama”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: