Riefismi's Blog
Just another WordPress.com weblog

Keutamaan Al-Qur’an


RMADB 4 :



Keutamaan Al-Qur’an

RUBRIK M.A.D. BERBAGI (Seri 4)

Materi Pertanyaan : Keutamaan Al-Qur’an
Pengirim : Akhi Mochtar Muhammad Rahimakallah
Bersama : Mujahidah Nchie Dive rahimakillah
Posting & Desain by : M.A.D. Team
Tanggal Posting : 27 Desember 2009.

Pertanyaan :

Bagaimana pandangan agama mengenai kalimat hikmah yang mengatakan, “Ambillah dari Al-Qur’an apa-apa yang engkau kehendaki untuk apa-apa yang engkau kehendaki?” apa maksud ungkapan tersebut?

Bismillahir rohmanir rohiim
Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokaatu

Ikhwaanii wal Akhwaatii rahimakumullah, dan teruntuk akhi Mochtar rahimakallah…

Saya belum pernah mendapatkan ungkapan tersebut di dalam kitab-kitab hadits yang pernah saya baca, dan juga tidak pada hadits-hadits yang berkenaan dengan keutamaan Al-Qur’an. Namun demikian, di atas orang-orang berilmu ada lagi orang yang lebih berilmu. Akan tetapi ungkapan di atas berkaitan dengan pembicaraan sebagian orang terdahulu tentang keutamaan Al-Qur’an. Mereka telah sedemikian memperluas keutamaan Al-Qur’an sehingga mereka telah berlebih-lebihan, baik kepada dirinya maupun kepada Al-Qur’an. Memang terdapat hadits-hadits yang meninggikan keutamaan-keutamaan dan kedudukan al-Qur’an. Namun pada saat yang sama terdapat juga hadits-hadits buatan yang dinisbahkan kepada Rasulullah saw dalam kaitan ini.

Telah ditanyakan kepada Nuh bin Abi Maryam, “Darimana engaku riwayatkan, dari Ikrimah atau dari ibn’ Abbas, mengenai keutamaan surah-surah Al-Qur’an?” Lalu nuh bin Abi Maryam mengatakan, “Sesungguhnya aku melihat manusia telah berpaling dari Al-Qur’an dan mereka sibuk mempelajari fiqih Abu Hanifah dan maghazi Muhammad bin Ishak, lalu aku buat hadits-hadits ini.” Alangkah baiknya sekiranya dia tidak berbuat demikian!

Jika beberapa khasiat yang dimiliki beberapa ayat-ayat Al-Qur’an telah di buktikan oleh riwayat-riwayat maka seyogyanya perlu diingat perkataan Imam Zarkasyi di dalam kitabnya Al-Burhan fi ‘Ulumil Qur’an, dimana dia mengatakan bahwa khasiat-khasiat Al-Qur’an itu tidak akan bermanfaat kecuali bagi orang-orang yang benar-benar ikhlas hatinya untuk Allah SWT, men-tadabburi Al-Qur’an di dalam akal dan pendengarannya, menempatkan Al-Qur’an di hatinya, mengamalkannya dengan anggota tubuhnya. Menjadikannya sebagai sahabat pada siang dan malam, dan senantiasa berpegang kepada Al-Qur’an dan men-tadabburi-nya. Maka ketika itu akan datang kepadanya hakikat-hakikat dari segenap arah.

Apabila orang tersebut tidak bersifat dengan sifat-sifat di atas maka perbuatannya itu mendustai firman Allah swt. sebagaimana telah diriwayatkan, seorang ‘arif (ahli irfan) telah mengalami suatu kejadian. Kemudian sahabatnya berkata kepadanya, “Mari kita memohon pertolongan kepada si fulan.” Si ‘arif itu menjawab, “Aku takut shalat yang telah aku kerjakan menjadi batal.” Sahabatnya itu bertanya keheranan kepadanya, “Darimana engkau mengatakan demikian?” kemudian laki-laki ‘arif tersebut menjawab, “Karena, didalam shalatku aku telah mengatakan kepada Rabb-ku, ‘Hanya kepada Engkau aku menyembah dan hanya kepada Engkau aku memohon pertolongan.’ Jika aku meminta pertolongan kepada selain-Nya (meyakini di samping Allah ada sesuatu yang lain) maka aku telah berdusta. Dan berdusta di dalam shalat jelas akan membatalkannya.”

Ungkapan “Ambillah dari Al-Qur’an apa-apa yang engkau kehendaki untuk apa-apa yang engkau kehendaki” mengingatkan kita kepada perkataan Imam Zarkasyi juga mengatakan, “Setiap individu dapat memahami bagian hikmah Al-Qur’an yang telah Allah peruntukkan baginya.” Pemahaman tersebut akan bertambah luas dan dalam, dan akan mendatangkan buah yang semakin bertambah, seiring dengan bertambahnya keikhlasan dan perbuatan baik pada orang yang senantiasa men-tadabburi Al-Qur’an.

Oleh karena itu, di dalam sebuah hadits disebutkan, “Ahli Al-Qur’an adalah mereka yang menjadi ahli Allah dan mempunyai kedudukan khusus di sisi-Nya.” Kita memohon kepada Allah Azza Wajalla supaya kita memperoleh manfaat dari petunjuk Al-Qur’an. Dan mudah-mudahan Allah menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya bag penglihatan kita, penghapus keraguan kita, cahaya bagi hati kita, dan pemandu bagi akal kita. Amin yaa Robbal’alamin…

Barakallahu fiikum,
Wassalamu’alaykum wr.wb.

dari sahabat fb ku :
Nchie Dive,—

No Responses to “Keutamaan Al-Qur’an”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: